Jumat, 27 Juli 2012

ARTIKEL "DEFINISI MU'TAZILAH"

ARTIKEL AGAMA ISLAM
B. MU’TAZILAH
Sacara bahasa, kata mu'tazilah berasal dari mashdar (kata kerja dasar) i'tazala yang berarti mengasingkan diri. Menurut suatu teori, nama ini diberikan atas dasar ucapan Hasan al-Bashri; I'tazala 'anna, setelah melihat Washil ibn Atha' memisahkan diri dari majlisnya. Sehingga sejak saat itulah, orang-orang yang mengikuti Washil disebut Mu'tazilah. Ada lagi yang berpendapat, seperti al-Thabari, Ibn Katsir dan Abu al-Fida, bahwa Mu'tazilah adalah predikat yang diberikan kepada sekelompok orang yang tidak mau ikut campur dalam politik serta tidak berpihak kepada salah satu pendapat dari Murji'ah dan Khawarij. Meskipun terkesan berbeda, akan tetapi kiranya bisa ditarik satu konklusi, bahwa kata mu'tazilah memang telah muncul sebelum periode Washil, karena didukung oleh bukti sejarah yang otentik, meskipun hanya sekedar sebagai simbol. Sementara Mu'tazilah di era Washil merupakan institusi keagamaan.
Pendiri institusi keagamaan ini adalah Abu Huzaifah Washil ibn Atha al-Gazzal, yang lahir di Madinah pada tahun 81 H. Setelah beliau wafat pada tahun 131 H, ajarannya diteruskan oleh Abu Huzail al-'Allaf (135-235H) dan al-Nazzam (185-221H) --yang mengelola Madrasah di Bashrah--, dan Bisyr ibn al-Mu'tamar selaku kepala Madrasah di Baghdad. Pemimpin-pemimpin Mu'tazilah besar lainnya adalah al-Jahiz (w. 256H) al-Jubba'I (w.295H), Abu Hasyim (w.321H), al-Murdar (w.226H), al-Khayyat (w. 300H) dll.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

mohon komentarnya untuk mengembangkan blog ini. terima kasih