Jumat, 27 Juli 2012

ARTIKEL "IDE-IDE PEMIKIRAN ALIRAN KHAWARIJ"

ARTIKEL AGAMA ISLAM
8 Ide-ide Pemikiran aliran Khawarij
Menganggap kafir orang-orang yang bersebrangan dengan mereka, terutama yang terlibat dalam perang Shiffin. Dus oleh karenanya, tidak ada istilah damai untuk penentang Khawarij, mengingat yang dimaksud ishlah dalam QS. Al-Hujuran:9, adalah sesama orang Islam, tidak dengan orang kafir
Orang Islam yang berbuat dosa besar, seperti berzinah dan pembunuh adalah kafir dan selamanya masuk neraka
Hak khilafat tidak harus dari kerabat nabi atau suku Quraisy khususnya, dan orang Arab umumnya. Seorang khalifah harus dipilih oleh kaum Muslimin melalui pemilihan yang bebas. Khalifah yang taat kepada Tuhan wajib ditaati. Sebaliknya, khalifah yang mengingkari Tuhan dan umat yang durhaka kepada khilafah yang wajib ditaati, maka boleh diperangi dan dibunuh
Orang musyrik adalah yang melakukan dosa besar, tidak sepaham dengan mereka, atau orang yang sepaham tetapi tidak ikut hijrah dan berperang bersama mereka. Orang musyrik itu halal darahnya. Nasib mereka bersama anak-anaknya akan kekal di neraka
Mereka menganggap bahwa hanya daerahnya yang disebut dar al-Islam, dan daerah orang yang melawan mereka adalah dar al-harb. Karenanya, orang yang tinggal dalam wilayah dar al-harb, baik anak-anak maupun wanita boleh dibunuh.
Ajaran agama yang harus diketahui hanya ada dua, yakni mengetahui Allah dan rasul-Nya. Selain dua hal ini tidak wajib diketahui
Melakukan taqiyyah (menyembungikan keyakinan demi keselamatan diri), baik secara lisan maupun perbuatan adalah dibolehkan bila keselamatan diri mereka terancam
Dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus akan berubah menjadi dosa besar dan pelakunya menjadi musyrik
Imam dan khilafah bukanlah suatu keniscayaan. Tanpa imam dan khilafah, kaum muslimin bisa hidup dalam kebenaran dengan cara saling menasehati dalam hal kebenaran. Paham ini dalam telaah Harun Nasution, lebih mendekati dengan paham komunis yang mengatakan bahwa negara akan hilang dalam masyarakat komunis.
Banyak kalangan yang berpendapat bahwa kemunculan gerakan Khawarij sangat kental dengan nuansa politiknya. Persoalan teologi hanya dijadikan komoditi politik untuk melegitimasi gerakan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon komentarnya untuk mengembangkan blog ini. terima kasih