Kamis, 16 Agustus 2012

menanamkan jiwa kewirausahaan

Page Ranking Tool
Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Sejak di Bangku Perkuliahan
Jumlah lulusan sarjana yang terus bertambah di Indonesia ternyata belum dibarengi dengan banyaknya lapangan kerja yang terbuka di negara kita. Kondisi ini tentunya menimbulkan sebuah kekhawatiran baru bagi kita semua. Sebab, dipastikan angka pengangguran di Indonesia semakin hari kian meningkat pesat apabila masyarakatnya kurang berinisiatif untuk menciptakan peluang usaha atau lapangan kerja baru sedini mungkin.
Rendahnya semangat entrepreneur di kalangan generasi muda, menjadi salah satu faktor pemicu tingginya angka pengangguran di Indonesia. Karenanya, tidak heran bila memasuki tahun 2000-an, pemerintah mulai memasukan pendidikan kewirausahaan ke perguruan tinggi sebagai mata kuliah pilihan, dan sejak tahun ajaran 2010/2011 silam, Departemen Pendidikan Nasional menerapkan kurikulum berbasis kewirausahaan di semua tingkat pendidikan.
Strategi ini sengaja dijalankan pemerintah untuk meningkatkan semangat entrepreneurship dikalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga kedepannya diharapkan lulusan sarjana di Indonesia tidak hanya mengandalkan kesempatan kerja yang datang kepada dirinya, namun juga mulai tergerak untuk berkarya menciptakan lapangan kerja baru guna mengurangi angka pengangguran yang masih sangat tinggi di Indonesia.
Menurut data yang kami peroleh, saat ini sudah terdapat sekitar 2.000 perguruan tinggi yang mulai mengajarkan mata kuliah kewirausahaan kepada para mahasiswanya. Bahkan, sebagian dari perguruan tinggi tersebut kini mulai menawarkan program studi (prodi) kewirausahaan  untuk mencetak entrepreneur-entrepreneur muda yang siap berkarya membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
Contohnya saja seperti Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang belakangan ini mulai mewajibkan mahasiswanya yang mengambil kelas Kewirausahaan, untuk membangun bisnis sebagai tugas project di akhir semester mereka. Untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak di bangku perkuliahan, Kampus UGM sengaja melatih para mahasiswanya untuk menyusun sebuah business plan sejak memasuki awal semester, dan akan mereka wujudkan menjadi sebuah usaha ketika memasuki semester akhir.
Selain membuka program kelas Kewirausahaan, saat ini perguruan tinggi di Indonesia mulai mendirikan pusat kewirausahaan kampus untuk memompa semangat entrepreneur di kalangan mahasiswa. Melalui pusat kewirausahaan tersebut, setidaknya banyak kegiatan positif yang kini mulai dijalankan untuk mengubah mindset para calon sarjana tersebut. Misalnya saja dengan mengadakan kegiatan seminar, talkshow, kursus atau pelatihan bisnis, workshop, praktek usaha, entrepreneurship expo, dan lain sebagainya. Beberapa contoh pusat kewirausahaan yang sekarang ini tengah berkembang di Indonesia antara lain Pusat Inkubator Bisnis ITB, Community Entrepreneur Program (CEP) UGM, Center for Entrepreneurship Development and Studies (CEDS) di UI, Binus Entrepreneurship Center (BEC) di Binus, BSI Entrepreneruship Center (BEC) di BSI, serta masih banyak lagi pusat kewirausahaan sejenis yang mulai didirikan perguruan tinggi di berbagai penjuru nusantara.
Dengan membekali para mahasiswa dengan jiwa wirausaha, diharapkan generasi penerus bangsa bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan mengurangi masalah pengangguran yang telah mengakar di negara kita hingga bertahun-tahun. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

mohon komentarnya untuk mengembangkan blog ini. terima kasih